Kembali,
memulai hal yang sebenarnya bukan awal
Melihat
debu yang mengendap
Lamunan
yang mengawang
Harapan
yang melekat
Mulai
tinggi matahari
Melihat
cahaya yang menyengat
Keluhan
yang menggumpal
Umpatan
yang menyayat
Masih
mendiamkan diri dalam anggapan
Hingga,
akhir menunjukkan sisi lainnya
Temu
diri dengan yang tak disangka
Tertutup
sesuatu, kornea dan iris matanya
Namun
menyebut tegas, kita manusia kekal dengan lara; terlihat ataupun tiada
Ada
yang tersadar, akhirnya
Berprasangka
baik pada nyata
Melanjutkan
hari dengan melayakkan diri bagi semesta
Meski
tahu, ‘pantas’ bukan garis takdirnya.
-----
0 hujatan:
Posting Komentar
Mohon bantuannya untuk memberikan umpan balik, Bapak/Ibu. Terima kasih