Bumi Nusantara Belahan
Timur, 18 Maret 2015
Salam hormat dan salam bendera setengah tiang kepada para
leluhur dan para pahlawan, serta ibuku terkasih, ibu pertiwi yang melahirkan
Indonesia.
Perkenalkan, saya, Nur Asma. Pemudi 20 tahun, dari dimensi
kekinian, yang terheran-heran akan penjajahan (dalam bentuk berbeda
dibandingkan dengan dimensi lalu; bisa dikatakan turut berevolusi), yang
sayangnya.. tak semua menyadari akan hal yang urgent ini. Adapun satu dari sekian banyak problema yakni mengenai “paham”
yang tak henti-hentinya menuai perdebatan kekal.
Saya bisa membahasakan hasil pikiran saya yang beranggapan
bahwa semua paham-paham di dunia ini merupakan hasil berpikir dari otak-otak
makhluk Homo sapiens dengan volume
otak sebesar ±1400 cc! Semua punya paham mereka sendiri, sadar atau tidak disadari,
sederhana atau kompleks; apakah itu sosialisme, komunisme, liberalisme dll Dan karena paham-paham inilah, nurani bisa
dikatakan terkikis tanpa ampun.
Lantas? Kenapa kehidupan tidak begitu adil? Mengapa kita
terperanjat dalam kondisi dimana hasil dari otak yang berbeda berdebat mengenai
“kebenaran” sepihak mereka?
Setelah mengambil nafas panjang, mari tanamkan di pikiran
ter-abadi kita bahwa semua paham tersebut memiliki sisi baik!
Ambil nilai-nilai baiknya, jangan biarkan apresisasi
terhadap nilai bergeser! Sekali lagi, ambil nilai baiknya!
Tuhan, saya hanya ingin menjadi orang baik, yang memungut nilai-nilai baik dari setiap
paham yang mengudara; meski saya
tahu menjadi orang jahat jauh lebih mudah, dan hampir mustahil untuk menjadi
orang baik yang hakiki.
Tuhan, berkahilah Aku, serta mereka yang baik dan/atau yang
nanti akan menjadi orang baik. Berkahi pula negeriku yang tercipta dengan cinta
ini. Aamiin.
Untuk para pahlawan,
terkhusus untuk arwah-arwah rakyat jelata hebat yang berusaha menjadi orang
baik; memperjuangkan kebaikan pun kemerdekaan abu-abu, meski kadang –bahkan sering
dijadikan alat propaganda, kambing hitam, bahkan tumbal. Semoga jiwamu tenang
dalam jihad.
Sekian.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTer-paham-kan! :))
BalasHapus